NABI MUHAMMAD SAW Di Mata Tokoh Dunia

1) MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai 

karakter Muhammad di YOUNG INDIA)

"Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh 

yang paling mempengaruhi manusia… Saya 

lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang 

memberikan kebesaran pada Islam pada 

masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, 

kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; 

serta pengabdian luar biasa kepada teman 

dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, 

serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. 

Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan 

segala halangan. Ketika saya menutup 

halaman terakhir volume 2 (biografi 

Muhammad), saya sedih karena tiada lagi 

cerita yang tersisa dari hidupnya yang 

agung.

2) SIR GEORGE BERNARD SHAW (The Genuine 

Islam,' Vol. 1, No. 8, 1936.)

"Jika ada agama yang berpeluang menguasai 

Inggeris bahkan Eropah - beberapa ratus 

tahun dari sekarang, Islam-lah agama 

tersebut."

Saya senantiasa menghormati agama Muhammad 

karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah 

satu-satunya agama yang bagi saya memiliki 

kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. 

Saya sudah mempelajari Muhammad sesosok 

pribadi agung yang jauh dari kesan seorang 

anti-kristus, dia harus dipanggil 'sang 

penyelamat kemanusiaan"
"Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad 

memegang kekuasaan tunggal di dunia modern 

ini, dia akan berhasil mengatasi segala 

permasalahan sedemikian hingga membawa 

kedamaian dan kebahagiaan yang diperlukan 

dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya 

akan diterima Eropah di masa datang dan 

memang ia telah mulai diterima Eropah tika 

saat ini.

"Dia adalah manusia teragung yang pernah 

menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia 

membawa sebuah agama, mendirikan sebuah 

bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, 

memulai sekian banyak gerakan pembaruan 

sosial dan politik, mendirikan sebuah 

masyarakat yang kuat dan dinamis untuk 

melaksanakan dan mewakili seluruh 

ajarannya, dan ia juga telah merevolusi 

pikiran serta perilaku manusia untuk 

seluruh masa yang akan datang.

Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di 

Arab tahun 570 masehi, memulai misi 

mengajarkan agama kebenaran, Islam 

(penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 

dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. 

Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 

tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari 

paganisme dan pemuja makhluk menjadi para 

pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan 

perpecahan antara suku menjadi bangsa yang 

bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau 

menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari 

kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum 

yang teratur, dari kemunduran ke keagungan 

moral. Sejarah manusia tidak pernah 

mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau 

tempat sedahsyat ini bayangkan ini terjadi 

dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA 

DEKAD."

3) MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKING OF 

THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, 

New York, 1978)

Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad 

pada urutan teratas mungkin mengejutkan 

semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang 

yang sukses baik dalam tataran sekular 

mahupun agama. (hal. 33). Lamar tine, 

seorang sejarawan terkemuka menyatakan 

bahwa: "Jika keagungan sebuah tujuan, 

kecilnya fasiliti yang diberikan untuk 

mencapai tujuan tersebut, serta 

menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi 

tolok ukur kegeniusan seorang manusia; 

siapakah yang berani membandingkan tokoh 

hebat manapun dalam sejarah moden dengan 

Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun 

pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka 

hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan 

material yang hancur bahkan di depan mata 

mereka sendiri.

Muhammad bergerak tidak hanya dengan 

tentera, hukum, kerajaan, rakyat dan 

dinasti, tapi jutaan manusia di dua per 

tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari 

itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, 

sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan 

serta jiwa… Kesabarannya dalam kemenangan 

dan misinya yang dipersembahkan untuk satu 

tujuan tanpa sama sekali berhasrat 

membangun kekuasaan, sembahyang-sembahya 

ngnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya 

dan kemenangan-kemenang an (umatnya) 

setelah kematiannya; semuanya membawa 

keyakinan umatnya hingga ia memiliki 

kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. 

Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan 

keghaiban (immateriality) Tuhan yang 

mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia 

singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan 

mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan 

kebijaksanaan. Seorang prajurit, ahli 

hukum, penakluk idea, pengembali dogma-

dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa 

pengidolaan( pemujaan) , pendiri 20 

kerajaan di bumi dan satu kerajaan 

spiritual, ialah Muhammad. Dari semua 

standard bagaimana kehebatan seorang 

manusia diukur, mungkin kita patut 

bertanya: adakah terdapat orang yang lebih 

agung dari dia?"

4) LAMAR TINE, Histoire De La Turquie, 

Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277

"Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-

pribadi agung. Namun, dari orang orang 

tersebut adalah orang yang berjaya pada 

satu atau dua bidang saja misalnya agama 

atau militan. Hidup dan ajaran orang-orang 

ini seringkali terselimuti kaburan waktu 

dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang 

waktu dan tempat lahir mereka, cara dan 

gaya hidup mereka, sifat dan perincian 

ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran 

kejayaan mereka sehingga sulit bagi manusia 

untuk merekonstruksi ajaran dan hidup 

tokoh-tokoh ini.

Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad 

(SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam 

berbagai bidang pikir dan perilaku manusia 

dalam sebuah episod cemerlang sejarah 

manusia. Setiap perincian dari kehidupan 

peribadi dan ucapan-ucapannya telah secara 

tepat dan jelas didokumentasikan dan dijaga 

dengan teliti sampai saat ini. Keaslian 

ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh 

kerana penyulusuran yang dilakukan para 

pengikut setianya tapi juga oleh para 

penentangnya. Muhammad adalah seorang 

agamawan, reformis sosial, teladan moral, 

penguasa massa, sahabat setia, teman yang 

menyenangkan, suami yang penuh kasih dan 

seorang ayah yang penyayang - semua menjadi satu.

Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi 

atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek 

kehidupan tersebut -hanya dengan 

keperibadian seperti dia-lah keagungan 

seperti ini dapat diraih."

5) K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor 

Philosophy dalam bookletnya, "Muhammad, The Prophet of Islam"

"Kepribadian Muhammad, hhmm.....sangat 

sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. 

Saya pun hanya boleh menangkap sekilas 

saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. 

Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, 

Muhammad sang pejuang, Muhammad si 

pengusaha, Muhammad si negarawan, Muhammad 

si ulung, Muhammad si pembaharu, Muhammad 

si pelindung anak yatim-piatu, Muhammad si 

pelindung hamba sahaya, Muhammad si pembela 

hak wanita, Muhammad si hakim, Muhamad si 

pemuka agama. Dalam setiap peranannya tadi, 

ia adalah seorang pahlawan."

"Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan 

ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang 

hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran 

yang menawarkan secercah harapan abadi 

tentang ubat atas segala penyakit 

kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak 

masa hidupnya. Ini bukanlah tuntutan 

seorang pengikutnya tapi juga sebuah 

simpulan tak terelakkan dari sebuah 

analisis sejarah yang kritis dan tidak bias."

6) PROF. (SNOUCK) HURGRONJE

Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat 

Islam telah meletakkan dasar-dasar 

persatuan internasional dan persaudaraan 

manusia di atas kedudukan yang universal 

yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, 

sampai saat ini tiada satu bangsa pun di 

dunia yang mampu menyamai Islam dalam 

capaiannya mewujudkan idea persatuan 

bangsa-bangsa.
Dunia telah banyak mengenal konsep 

ketuhanan, telah banyak individu yang hidup 

dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah 

menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang 

menyamai bahkan sebahagian dari apa yang 

Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia 

curahkan untuk satu tujuan: menyatukan 

manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam 

aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad 

atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah 

menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau 

seorang jelmaan Tuhan, dia sejak dahulu 

sampai saat ini menganggap dirinya dan 

dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai 

seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.

7) THOMAS CARLYLE in his Heroes And Heroworship

Betapa menakjubkan seorang manusia secara 

sendirian dapat mengubah suku-suku yang 

saling berperang dan kaum nomad (Badwi) 

menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan 

paling berperadaban hanya dalam waktu 

kurang dari dua dekad.

"Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat 

yang diselimutkan kepada orang ini 

(Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita 

sendiri. "Sesosok jiwa besar yang tenang, 

seorang yang mahu tidak mahu harus 

dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk 

menerangi dunia, begitulah perintah Sang 

Pencipta Dunia.

8) EDWARD GIBBON and SIMON OCKLEY speaking 

on the profession of ISLAM

Saya percaya bahawa Tuhan adalah tunggal 

dan Muhammad adalah pesuruh-Nya adalah 

pengakuan kebenaran Islam yang mudah dan 

seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan 

dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; 

penghormatan terhadap Sang Nabi tidak 

pernah berubah menjadi pengkultusan 

berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya 

telah memberinya penghormatan dari 

pengikutnya dalam batas-batas akal dan 

agama.

9) (HISTORY OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54)

Muhammad tidak lebih dari seorang manusia 

biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas 

mulia untuk menyatukan manusia dalam 

pengabdian terhadap satu dan hanya satu 

Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang 

jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia 

selalu menggambarkan dirinya sebagai `hamba 

dan pesuruh Tuhan dan demikianlah juga 

setiap tindakannya.

10) SAROJINI NAIDU, penyair terkenal India 

(S. Naidu, IDEALS OF ISLAM, vide Speeches & 

Writings, Madras, 1918, p. 169):
Inilah agama pertama yang mengajarkan dan 

mempraktikkan demokrasi; di setiap masjid, 

ketika azan dikumandangkan dan jemaah telah 

berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud 

lima kali sehari ketika seorang hamba dan 

seorang raja berlutut berdampingan dan 

mengakui: `Allah Maha Besar'..Ermm.. Saya 

terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan 

Islam yang secara naluriahnya membuat 

manusia menjadi bersaudara.

11) DIWAN CHAND SHARMA
"Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, 

pengaruhnya dirasakan dan tak pernah 

dilupakan orang-orang terdekatnya. (D.C. 

Sharma, THE PROPHETS OF THE EAST, Calcutta, 1935, pp. 12)

12) JAMES A. MICHENER, "Islam: The 

Misunderstood Religion," in READER'S DIGEST 

(American edition), May 1955, pp. 68-70.

Muhammad, seorang inspirator yang 

mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 

masihi dalam masyarakat Arab penyembah 

berhala. Yatim semenjak kecil dia secara 

khusus memberikan perhatian kepada fakir 

miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba 

sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, 

dia sudah menjadi seorang pengusaha yang 

berjaya, dan menjadi pengelola perniagaan 

seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 

25, sang majikan melamarnya. Meski usia 

perempuan tersebut 15 tahun lebih tua 

Muhammad menikahinya dan tetap setia 

kepadanya sepanjang hayat sang isteri.

"Seperti halnya para nabi lain, Muhammad 

memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi2 

kerana menyedari kelemahannya. Tapi"Baca" 

adalah perintah yang diperolehnya, -dan 

meskipun sampai saat ini diyakini bahwa 

Muhammad tidak boleh membaca dan menulis 

dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat 

yang akan segera mengubah dunia: "Tiada 

tuhan selain Tuhan."

"Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang 

yang mengedepankan akal. Ketika putranya, 

Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan 

menimbulkan anggapan umatnya bahawa hal 

tersebut adalah wujud rasa kasihan Tuhan 

kepadanya, Muhammad berkata: "Gerhana 

adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah 

suatu kebodohan mengkaitkannya dengan 

kematian atau kelahiran seorang manusia.

"Sesaat setelah ia meninggal, sebahagian 

pengikutnya hendak memujanya sebagaimana 

Tuhan dipuja, akan tetapi penerus 

kepemimpinannya (Abu Bakar) menepis 

keingingan ummatnya itu dengan salah satu 

pidato keagamaan terindah sepanjang 

masa:`Jika ada diatara kalian yang 

menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahawa 

ia telah meninggal. Tapi jika Tuhan-lah 

yang hendak kalian sembah, ketahuilah 

bahawa Ia hidup selamanya (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 - pen.)

13) W. MONTGOMERY WATT, Mohammad At Mecca, 

Oxford, 1953, p. 52.

"Kesiapannya menempuh tentangan atas 

keyakinannya, ketinggian moral para 

pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar 

biasa semuanya menunjukkan kehebatannya. 

Mengira Muhammad sebagai seorang penipu 

hanyalah memberikan masalah dan bukan 

jawapan. Lebih dari itu, tiada figur hebat 

yang digambarkan begitu buruk di Barat 

selain Muhammad.

14) ANNIE BESANT, The Life And Teachings Of 

Muhammad, Madras, 1932, p.

"Sangat mustahil bagi seseorang yang 

mempelajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang 

mengetahui bagaimana ajarannya dan 

bagaimana hidupnya untuk merasakan selain 

hormat terhadap beliau, salah satu utusan-

Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya 

gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, 

namun setiap kali saya membaca ulang 

kisah-kisahnya, setiap kali pula saya 

mersakan kekaguman dan penghormatan kepada 

sang Guru Bangsa Arab tersebut."

15) BOSWORTH SMITH, Mohammad And 

Mohammadanism, London, 1874, p. 92.

"Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi 

dia adalah sang Paus tanpa lakonannya dan 

seorang caesar tanpa Legionnaire- nya 

(kisahnya): tanpa tentera, tanpa pengawal, 

tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; 

jika ada seorang manusia yang layak untuk 

berkata bahawa dialah wakil Tuhan penguasa 

dunia, Muhammad lah orang itu, kerana dia 

memiliki kekuatan meski ia tak memiliki 

segalainstrument atau penyokongnya.

16) JOHN WILLIAM DRAPER, M.D., L.L.D., A 

History of the Intellectual Development of 

Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330

"Empat tahun setelah kematian Justinianus, 

pada 569 AD, telah lahir di Mekkah Arabia 

seorang manusia yang sangat besar 

pengaruhnya terhadap ummat 

manusia..Muhammad.

17) JOHN AUSTIN, "Muhammad the Prophet of 

Allah," in T.P. 's and Cassel's Weekly for 24th September 1927.

Dalam kurun waktu, hanya sedikit lebih dari 

satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di 

Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah 

tuas yang siap mengguncang dunia.

18) PROFESSOR JULES MASSERMAN

"Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam 

satu hal (intelektualitas) . Gandhi dan 

Konfusius pada hal lain serta Alexander, 

Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada 

kategori kedua dan ketiga (keagamaan dan 

militan). Jesus dan Buddha mungkin hanya 

pada kategori kedua. Mungkin pemimpin 

terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, 

yang berjaya pada ketiga kategori tersebut. 

Dalam skala yang lebih kecil Musa melakukan 

hal yang sama.

Sultan Muhammad Al-Fateh

HADIS RASULLAH SAW TENTANG PEMBEBASAN CONSTANTINOPLE

Sabda Rasulullah s.a.w. ketika menggali Parit Khandaq; “..Constantinople (kini Istanbul) akan jatuh ke tangan tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tenteranya adalah sebaik-baik tentera……”

(Hadis riwayat Imam Ahmad)

 

Umat Islam berlumba-lumba membebaskan Constantinople untuk mendapatkan penghormatan yang dijanjikan oleh Allah swt di dalam Hadis tersebut. Walau bagaimanapun, kesemua kempen yang dilancarkan menemui kegagalan.  Di antaranya, 5 kempen di zaman Kerajaan Umayyah, 1 kempen di zaman Kerajaan Abbasiyah dan 2 kempen di zaman Kerajaan Usmaniyah.

Di dalam salah sebuah kempen semasa zaman Kerajaan Umayyah, seorang sahabat besar Nabi saw iaitu Abu Ayyub Al Ansary ra telah syahid dan dimakamkan di bawah dinding kubu Kota Constantinople di atas wasiatnya sendiri. Apabila ditanya kenapa beliau ingin dimakamkan di situ maka beliau menjawab, “Kerana aku ingin mendengar derapan tapak kaki kuda sebaik-baik raja yang akan mengetuai sebaik-baik tentera semasa mereka membebaskan Constantinople”.


Begitulah teguhnya iman seorang sahabat besar Nabi saw. Hadis Nabi saw ini direalisasikan hampir 800 tahun kemudiannya oleh Sultan Muhammad Al Fatih, khalifah ke-7 Kerajaan Usmaniyyah dan 150,000 orang tenteranya. Siapakah Sultan Muhammad Al Fatih? Apakah kehebatan Baginda dan tentera-tenteranya sehingga disebut “sebaik-baik raja” dan “sebaik-baik tentera” di dalam hadis tersebut.

PENGENALAN

Baginda dilahirkan pada 29 Mac 1432 Masihi di Adrianapolis (sempadan Turki – Bulgaria). Walau bagaimanapun, sejarah hidup Baginda sebenarnya telah bermula hampir 800 tahun sebelum kelahirannya kerana telah disebut sebagai “sebaik-baik raja” di dalam Hadis tadi.

Baginda juga dikenali dengan gelaran Muhammad Al Fatih kerana kejayaannya membebaskan Constantinople. Baginda menaiki takhta ketika berusia 19 tahun dan memerintah selama 30 tahun (1451 – 1481). Baginda merupakan seorang negarawan ulung dan panglima tentera agung yang memimpin sendiri 25 kempen peperangan. Baginda mangkat pada 3 Mei 1481 kerana sakit gout. Ada ahli sejarah berpendapat Baginda mangkat diracun.

PENDIDIKAN

Baginda menerima pendidikan yang menyeluruh dan bersepadu. Di dalam bidang keagamaan, gurunya adalah Syeikh Shamsuddin Al Wali dikatakan dari keturunan Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra. Di dalam ilmu peperangan pula, Baginda diajar tentang tektik peperangan, memanah dan menunggang kuda oleh panglima-panglima tentera.


Di dalam bidang akademik pula, Baginda adalah seorang cendekiawan ulung di zamannya yang fasih bertutur dalam 7 bahasa iaitu Bahasa Arab, Latin, Greek, Serbia, Turki, Parsi dan Hebrew. Di dalam bidang Ilmu Pemerintahan pula, ayahanda Baginda , Sultan Murad II, dengan tujuan mendidik, semasa pergi bersuluk ke Pulau Magnesia, telah melantik Baginda yang baru berusia 12 tahun memangku jawatan Khalifah. Dalam usia semuda ini Baginda telah matang menangani tipu helah musuh.

KEPERIBADIAN

Baginda sentiasa bersifat tawadhu’ dan rendah diri . Semasa membina Benteng Rumeli Hissari, Baginda membuka baju dan serbannya, mengangkat batu dan pasir hingga ulamak-ulamak dan menteri-menteri terpaksa ikut sama bekerja. Baginda seorang yang sentiasa tenang, pendiam, berani, sabar, tegas dan kuat menyimpan rahsia pemerintahan.

Baginda sangat cintakan ulamak dan selalu berbincang dengan mereka tentang permasalahan negara.

PERSIAPAN AWAL MEMBEBASKAN CONSTANTINOPLE

Selama 2 tahun selepas menaiki takhta, Baginda mengkaji pelan Kota Costantinople setiap malam bagi mengenal pasti titik kelemahannya. Baginda juga mengkaji sebab-sebab kegagalan kempen-kempen terdahulu serta berbincang dengan panglima-panglima perangnya tentang tentang strategi yang sesuai untuk digunakan. Baginda mengarahkan dibina peralatan perang termoden seperti meriam besar yang boleh menembak bom 300 kg sejauh 1 batu. Benteng Rumeli Hissari dibina di tebing sebelah Eropah, lebih kurang 5 batu dari Kota Constantinople di mana Selat Bosphorus adalah yang paling sempit. Ia dibina bertentangan dengan Benteng Anadolu Hisar di tebing sebelah Asia yang telah dibina oleh Sultan Bayazid Yildirim dahulu. Benteng ini mengawal rapi kapal-kapal yang melintasi Selat Bosphorus.

Perjanjian damai dibuat dengan pihak Wallachia, Serbia dan Hungary untuk memencilkan Constantinople apabila diserang nanti. Baginda membawa bersama para ulamak dan pakar motivasi ke medan perang bagi membakar semangat jihad tenteranya. Sebaik sahaja menghampiri dinding kubu Kota Constantinople, Baginda mengarahkan dilaungkan Azan dan solat berjemaah. Tentera Byzantine gentar melihat 150,000 tentera Islam bersolat di belakang pemimpin mereka dengan laungan suara takbir memecah kesunyian alam.

 

MELANCARKAN SERANGAN KE ATAS CONSTANTINOPLE


Setelah segala persiapan lengkap diatur, Baginda menghantar utusan kepada Raja Bizantin meminta beliau menyerah. Keengganan beliau mengakibatkan kota tersebut dikepung. Pada 19 April 1453, serangan dimulakan. Kota tersebut hujani peluru meriam selama 48 hari. Setengah dinding luarnya rosak tetapi dinding tengahnya masih teguh. Menara BergerakSeter


usnya Baginda mengarahkan penggunaan menara bergerak yang lebih tinggi dari dinding kubu Byzantine dan memuatkan ratusan tentera. Tentera Byzantin berjaya memusnahkan menara tersebut setelah ianya menembusi dinding tengah kubu mereka.

Bantuan Dari Pope Vatican

Pope di Rome menghantar bantuan 5 buah armada yang dipenuhi dengan senjata dan tentera. Perairan Teluk Golden Horn direntang dengan rantai besi untuk menghalang kemaraan armada Usmaniyah. Ini menaikkan semula semangat tentera Bizantin melancarkan Kapal Perang Dari Puncak Gunung. Kegembiraan mereka tidak lama. Keesokan paginya, mereka dikejutkan dengan kehadiran 72 buah kapal perang Usmaniyah di perairan Teluk Golden Horn. Ini adalah hasil kebijaksanaan Baginda mengangkut kapal-kapal ke atas gunung dan kemudian diluncurkan semula ke perairan Teluk Golden Horn. Tektik ini diakui sebagai antara tektik peperangan (warfare strategy) yang terbaik di dunia oleh para sejarawan Barat sendiri. Kapal-kapal itu kemudiannya membedil dinding pertahanan belakang kota.

Kapal-kapal perang tentera Byzantin habis terbakar kerana bedilan meriam Usmaniyah. Pertahanan Byzantin menjadi semakin lemah. Baginda mengambil kesempatan pada malamnya dengan memberikan semangat kepada tenteranya serta mengingatkan mereka kepada Hadis Rasulullah saw dan bersama-sama berdoa kepada Allah swt.

Memanjat dan Melastik Dinding Kota

Keesokan paginya tentera Usmaniyah cuba memanjat dinding dalam kubu dengan tangga dan cuba merobohkannya dengan lastik besar. Tentangan sengit pihak Byzantin menyebabkan ramai yang syahid. Baginda memerintahkan tenteranya berundur dan bedilan meriam diteruskan sehingga tengahari.


Karisma Seorang Pemimpin

Pengepungan selama 53 hari tanpa sebarang tanda-tanda kejayaan telah menimbulkan rasa bosan dan menghilangkan keyakinan tentera Baginda. Pada saat yang genting ini Baginda berucap menaikkan semangat tenteranya, “Wahai tenteraku, aku bersedia untuk mati di jalan Allah. Sesiapa yang mahu syahid ikutlah aku!”. Mendengarkan itu, Hasan Ulubate, salah seorang tentera Baginda mengetuai sekumpulan kecil 30 tentera membuka dan melompat masuk ke dalam kubu musuh lantas memacak bendera Islam di situ. Mereka kesemuanya gugur syahid setelah dihujani anak panah musuh. Kemudian tentera-tentera Islam menyerbu bertali arus menembusi barisan pertahanan Byzantin sambil melaungkan kalimah Allahu Akbar.

Penawanan Constantinople

Pada 29 Mei 1453, Kota Constantinople jatuh ke tangan Islam. Baginda menukar namanya kepada Islambol (Islam keseluruhan) . Gereja Besar St Sophies ditukar kepada Masjid Aya Sofiya. Baginda dengan tawadhuknya melumurkan tanah ke dahinya lalu melakukan sujud syukur. Semenjak peristiwa inilah Baginda diberi gelaran “Al Fatih” iaitu yang menang kerana kejayaannya membebaskan Constantinople.

 

SEBAIK-BAIK RAJA DAN SEBAIK-BAIK TENTERA

Pada kali pertama solat Jumaat hendak didirikan, timbul pertanyaan siapa yang layak menjadi imam. Baginda memerintahkan kesemua tenteranya termasuk dirinya bangun lantas bertanya, “Siapa di antara kita sejak baligh hingga sekarang pernah meninggalkan solat

 

fardhu walau sekali sila duduk!”. Tiada seorang pun yang duduk, kerana tidak seorang pun di antara mereka pernah meninggalkan solat fardhu. Baginda bertanya lagi, “Siapa di antara kita yang sejak baligh hingga kini pernah meninggalkan solat sunat rawatib sila duduk!”. Sebahagian daripada tenteranya duduk. Kemudian Baginda bertanya lagi, “Siapa di antara kamu sejak baligh hingga ke saat ini pernah meninggalkan solat tahajjud walaupun satu malam, sila duduk!”. Kali ini semuanya duduk, kecuali Sultan Muhammad Al-Fatih sendiri. Baginda tidak pernah meninggalkan solat fardhu, Solat Sunat Rawatib dan Solat Tahajjud sejak baligh . Inilah dia anak didikan Syeikh Shamsuddin Al Wali. Bagindalah sebaik-baik raja yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah saw di dalam Hadisnya itu.

Sumber: www.satuperkongsian.wordpress

. com

 

PENTINGNYA MEMAHAMI SIRAH NABI (SAW)


Rasulullah (saw) merupakan contoh terbaik bagi umat manusia yang paling dimuliakan oleh Allah. Seorang tokoh idola yang seharusnya diteladani. Nabi (saw) adalah seseorang yang seluruh perilakunya mengandung kebaikan. membawa kebahagiaan, memberi ketenangan dan menciptakan keharmonian. Allah SWT memilih Muhammad sebagai rasul-Nya untuk diikuti akhlaknya. Kerana hanya dengan mengikuti Muhammad (saw), kebahagaiaan dunia-akhirat mampu dimiliki. Mari kita selidiki mengenai pentingnya memahami Sirah Nabi dalam beberapa hal berikut ini :

Pertama : Sirah (perjalanan hidup) Rasulullah (saw), merupakan terjemahan hidup Al-Qur’an yang paling lengkap. Firman Allah : “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka ” ( QS.16:44 ). Begitu juga, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an secara barangsur-angsur, sesuai dengan kejadian yang terekam dalam sirah Nabi (saw). Dari sini terlihat dengan jelas bahwa untuk memahami isi Al-Qur’an, kita harus memahami sirah Nabi (saw).

Kedua, Sirah Rasulullah (saw) adalah sirah yang paling agung dan paling lengkap. Terjaga dari penyimpangan dan penyelewengan. Para ulama sepanjang sejarah telah mempertahankan keaslian sirah ini dengan mempertahankan urutan sanad secara ketat. Ketat dalam arti bahwa para perawi sirah ini harus mempunyai kejujuran yang tinggi, dan diantara mereka harus sambung menyambung tanpa putus. Berbeda dengan periwayatan nabi-nabi sebelumnya, kita kesulitan untuk menemukan kisah yang lengkap tentang mereka. Misalnya mengenai masa kecil seorang nabi sebelum Muhammad (saw) dan seterusnya. Kalaupun ada – sebagaimana yang terdapat dalam buku Injil - seringkali periwayatannya sulit dipertanggung-jawabkan keasliannya, bahkan kerap menodai derajat kenabian mereka yang pada dasarnya identik dengan kesucian dan kemuliaan akhlak.

Ketiga, perjalanan hidup Rasulullah sangat transparan, tidak ada yang rahasia, dan tidak ada yang disembunyikan. Dari sejak masuk kamar mandi, cara tidur, cara masuk dan keluar rumah, cara bergaul dengan istri-istri, hingga kepribadaian sebagai seorang ayah, sebagai seorang teman dari sahabat-sahabatnya, seorang penglima perang, seorang pemuka agama, dan sebagai seorang pemimpin negara.

Keempat, dan yang menarik, bahawa semua sisi dari dimensi hidup yang baru saja kita sebutkan, merupakan cerminan kebaikan, contoh akhlak yang paling mulia, dan tauladan yang patut diikuti. Allah berfirman : ” Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah dan ( kedatangan ) hari Kiamat dan di banyak menyebut Allah ” ( Surah Al-Ahzab:21 ). Keempat, siapapun yang membaca sirah Rasulullah (saw) pasti akan menemukan bahwa beliau adalah manusia biasa. Makan dan minum seperti kita. Mendapatkan ujian dan kesulitan hidup. Diusir dari kampung halamannya. Dihina dan disiksa oleh orang-orang yang membencinya. Seringkali kelaparan kerena kefakirannya. Namun, karena ketabahan yang sangat tinggi, Muhammad (saw) sanggup menahan lapar dengan penuh izzah (kehormatan). Dan karena kesabaran, beliau tidak pernah mengeluh sekalipun harus melakukan hijrah. Lantaran kegigihan, beliau sanggup menghadapi segala cobaan yang dihadapi. Karena keteguhan iman beliau tidak pernah putus asa. Dan berkat kesungguhan menjalani sunnatullah, Nabi (saw) mengambil segala sebab dan proses yang benar, dan bertawakkal kepada Allah secara mendalam. Akhirnya, Nabi (saw) mencapai kemenangan.

Sungguh tidak ada alasan bagi siapapun untuk mengatakan bahwa rahasia keberhasilan Muhammad dalam berda’wah adalah karena semata kerasulannya, seperti halnya seorang jagoan dalam sebuah film, yang sutradara telah menentukan ia pasti menang, kendati ia dengan atau tanpa berusaha. Tidak, Rasulullah bukan – dan tidak bisa diumpamakan sama sekali dengan - seorang jagoan dunia film. Beliau hidup di alam nyata. Beliau pernah kalah, dalam perang Uhud karena sebab-sebab tertentu. Dengan demikian, anggapan salah jika mengatakan, “wajar kalau Muhammad (saw) berhasil. Beliau kan Rasulullah, tidak bisa diumpamakan dengan kita”. Pernyataan seperti itu, ternyata tidak hanya memperlemah keimanan dan kesungguhan kita untuk mengikuit jejak Rasulullah (saw) dengan sesungguh-sungguhnya dalam perjuangan menegakkan Islam di muka bumi. Melainkan justru dari sinilah munculnya berbagai penyakit umat yang kemudian menyebabkan kelumpuhan, keterpurukan, saling menggerogoti kekuatan yang ada, perpecahan berantai dalam tubuh masyarakat Muslim yang berujung dengan kemunduran umat Islam.

 Iman  bukan semudah dikata, bukan semudah dijaga. Sematkan ia dihati, agar sinarnya terpancar pada gerak diri. Betapa peritnya ia sampai padamu, maka setinggi itulah perjuanganmu memartabatkannya...